Seorang Tahanan Tewas Akibat Dikeroyok Didalam Sel di Depok

Kabar duka datang dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Depok, di mana seorang tahanan tewas akibat diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sesama penghuni sel. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Rabu, 14 Mei 2025, dan baru diketahui oleh petugas rutan pada pagi harinya saat melakukan pengecekan rutin. Kasus tahanan tewas ini langsung ditangani oleh pihak kepolisian Resor Metro Depok untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari Kompol Bayu Pratama, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok, pihaknya menerima laporan dari pihak Rutan Kelas IIB Depok terkait adanya seorang tahanan yang ditemukan meninggal dunia di dalam sel. “Setelah menerima laporan, tim identifikasi dan penyidik segera menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Kompol Bayu saat memberikan keterangan pers di Mapolres Metro Depok, Kamis (15/5/2025).

Korban diketahui berinisial R (35 tahun), yang merupakan tahanan dalam kasus dugaan pencurian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban yang mengindikasikan adanya tindak kekerasan. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa R menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa tahanan lain yang berada dalam sel yang sama.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi, termasuk para tahanan lain yang berada satu sel dengan korban serta petugas Rutan yang bertugas pada malam kejadian. Motif pengeroyokan hingga menyebabkan tahanan tewas ini masih dalam penyelidikan. Beberapa kemungkinan motif yang sedang didalami antara lain adanya perselisihan antar tahanan atau masalah internal lainnya di dalam sel.

Kepala Rutan Kelas IIB Depok, Bapak Anton Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan akan melakukan evaluasi internal terkait sistem pengamanan dan pembinaan di dalam rutan,” kata Bapak Anton.

Kasus tahanan tewas akibat pengeroyokan di dalam sel ini menimbulkan keprihatinan mendalam terkait dengan keamanan dan kondisi di dalam lembaga pemasyarakatan. Diharapkan pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pengeroyokan dan motif di balik kejadian ini. Selain itu, kejadian ini juga menjadi sorotan penting untuk perbaikan sistem pengawasan dan pembinaan di dalam rutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.