Lebih Dari Puluhan RT Masih Terendam Banjir di Jaktim

Jakarta Timur kembali menghadapi tantangan serius akibat banjir yang melanda. Hingga hari ini, lebih dari puluhan Rukun Tetangga (RT) di beberapa wilayah masih Terendam Banjir, meskipun intensitas hujan telah berkurang. Situasi ini menunjukkan perlunya penanganan jangka panjang dan sistematis untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda ibu kota.

Banjir yang merendam puluhan RT di Jakarta Timur ini merupakan dampak dari curah hujan ekstrem yang terjadi pada hari Jumat, 23 Mei 2025, malam hingga Sabtu dini hari. Ditambah dengan luapan beberapa sungai yang melintasi wilayah tersebut, seperti Kali Sunter dan Kali Ciliwung, genangan air tak terhindarkan. Sebagian besar wilayah yang masih Terendam Banjir berada di Kecamatan Kramat Jati, Jatinegara, dan Duren Sawit, dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter di beberapa titik terparah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa pada Minggu, 25 Mei 2025, pukul 10.00 WIB, sebanyak 45 RT di Jakarta Timur masih Terendam Banjir. Angka ini sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya, namun masih banyak warga yang terpaksa mengungsi atau bertahan di lantai dua rumah mereka. Posko pengungsian telah didirikan di beberapa lokasi seperti GOR, masjid, dan gedung serbaguna, menyediakan bantuan logistik berupa makanan, minuman, selimut, dan obat-obatan. Dinas Kesehatan juga telah menyiagakan tim medis untuk mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, leptospirosis, dan demam berdarah.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Bapak Isnawa Adji, dalam keterangannya pada Minggu siang, 25 Mei 2025, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penyedotan air dan pendistribusian bantuan. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air dan PPSU, untuk mempercepat penanganan. Pompa-pompa air portable telah dikerahkan ke titik-titik genangan parah,” jelas Bapak Isnawa Adji. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan melaporkan jika ada kondisi darurat.

Kondisi puluhan RT yang masih Terendam Banjir ini menjadi pengingat penting akan tantangan Jakarta dalam menghadapi musim hujan. Selain upaya tanggap darurat, penanganan jangka panjang seperti normalisasi sungai, pembangunan polder, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, adalah kunci untuk meminimalkan dampak banjir di masa mendatang.