Persoalan mengenai pelaksanaan akikah sering kali muncul ketika seseorang menyadari bahwa dirinya belum diakikahi oleh orang tua. Fenomena akikah di Usia Dewasa menjadi topik yang menarik untuk dibahas dari sudut pandang agama maupun sosial. Banyak individu yang merasa perlu menunaikan ibadah ini sebagai bentuk syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan.
Secara hukum asal, akikah adalah tanggung jawab orang tua yang dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran seorang bayi. Namun, kendala ekonomi atau ketidaktahuan sering kali membuat prosesi ini tertunda hingga anak mencapai Usia Dewasa. Hal ini memicu diskusi mengenai apakah ibadah tersebut masih bersifat sunah atau sudah gugur waktunya.
Para ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan akikah bagi mereka yang sudah memasuki Usia Dewasa. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa jika orang tua tidak mampu saat anak masih kecil, maka kewajiban tersebut gugur. Namun, ada pula pendapat yang memperbolehkan seseorang untuk melakukan akikah bagi dirinya sendiri setelah memiliki kemampuan finansial.
Melaksanakan akikah secara mandiri saat ini sudah menjadi hal yang lazim dilakukan oleh banyak orang di Indonesia. Motivasi utama melakukan akikah di Usia Dewasa biasanya adalah untuk menyempurnakan ibadah dan mengikuti sunah Rasulullah SAW. Proses ini dipandang sebagai momen untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui kurban hewan ternak.
Tata cara pelaksanaannya tetap merujuk pada ketentuan syariat, yakni menyembelih dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor. Meskipun dilakukan di Usia Dewasa, esensi dari ibadah ini tetaplah pembersihan diri dan tebusan bagi jiwa yang lahir ke dunia. Daging sembelihan kemudian dimasak dan dibagikan kepada fakir miskin serta kerabat terdekat.
Banyak orang merasakan ketenangan batin setelah berhasil menunaikan akikah meskipun mereka sudah berada pada Usia Dewasa. Mereka menganggap bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjalankan kebaikan selama nyawa masih dikandung badan. Hal ini juga menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur atas segala perlindungan Tuhan selama fase pertumbuhan dari bayi.
Dalam konteks sosial, acara ini sering kali dibarengi dengan pengajian atau doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kolektif. Menunaikan akikah di Usia Dewasa juga bisa menjadi sarana silaturahmi yang mempererat hubungan antaranggota keluarga dan tetangga. Nilai berbagi makanan kepada sesama tetap menjadi poin utama yang mendatangkan keberkahan bagi orang yang bersangkutan.